Friday, April 26, 2019

[Blog Tour] Review & Giveaway: Giselle

Judul: Giselle
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Clara Canceriana
Pemeriksa Bahasa: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Titish A.K.
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhra
Tebal: 400 halaman
Terbit: Maret 2019
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-52972-9-8
Keterangan: Misteri, Balet


B L U R B



Lima belas tahun yang lalu, prima balerina Himemiya Mayumi tak sengaja menusuk dirinya sendiri hingga mati dalam usahanya menyerang Kurebayashi Reina, saat balet "Giselle" ditampilkan. "Giselle" pun menjadi judul terlarang dalam Tokyo Grand Ballet.

Lima belas tahun kemudian, sebagai perayaan ulang tahun Tokyo Grand Ballet, "Giselle" diputuskan untuk ditampilkan kembali.

Akan tetapi, saat mereka mulai mempersiapkan pertunjukkan, arwah Mayumi mulai muncul. Berbagai kecelakaan dan kejadian nahas pun terjadi beruntun.

Sebenarnya mengapa arwah Mayumi kembali? Apa yang sebenarnya terjadi lima belas tahun silam?


R E V I E W

Dalam dunia balet, bisa dikatakan sudah menjadi nasib balerina untuk merasa iri pada balerina lain, dan merasa rendah diri.
Pementasan "Giselle" dibuka kembali. Tidak ada yang menyangka pementasan itu akan dibuka setelah lima belas tahun disegel di Tokyo Grand Ballet Theathe. Penyebab pasti repertoar "Giselle" disegel simpang siur, membicarakan tentang tragedi "Giselle" itu pun tidak diperbolehkan. 

Kisaragi Kanon, bagian dari kuartet--empat bersahabat--mendapatkan peran Myrtha. Kanon senang sekali karena Myrtha termasuk peran yang banyak mendapatkan sorotan dalam pementasan "Giselle". Namun yang mengejutkan, Sonomura Yukiko--juga anggota kuartet--malah tiba-tiba membenci Kanon. Padahal sebelumnya pertemanan mereka baik-baik saja. Dan itu masih di awal persiapan pementasan.

Belum lagi, arwah Mayumi tiba-tiba terlihat. Bahkan arwah prima ballerina itu pun menghantui orang-orang besar di Tokyo Grand Ballet Theathe dan menimbulkan korban jiwa. Seolah berkata: menarilah bersamaku hingga mati....

*** 

Sebelumnya terima kasih pada Penerbit Haru sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk menjadi host blog tour Giselle ini. Saya penasaran sekali dengan Giselle karena sebelumnya pernah membaca novel lain yang referensinya juga balet "Giselle". Terlebih buku ini ditulis oleh Akiyoshi Rikako, yang tulisannya penuh twist. Saya akhirnya mendapat sedikit gambaran seperti apa balet "Giselle" itu.
"Apakah ada peran minor dalam kehidupan kita yang sesungguhnya? Tidak selayaknya ada. Semua orang menjalani kehidupan masing-masing dengan memegang peranan besar. Panggung pun sama seperti itu." 
Balet "Giselle" bercerita tentang gadis desa yang jatuh cinta pada seorang petani, namun petani itu ternyata adalah bangsawan yang menyamar. Di sisi lain, bangsawan tersebut sudah bertunangan dengan seorang putri raja. Ketika mengetahui kalau petani yang dicintainya telah membohonginya, Giselle pun bersikeras kalau laki-laki itu pasti tidak bohong. Namun tetap saja, fakta adalah fakta. Lalu Giselle yang depresi menari sampai mati.... Kemudian ada para arwah yang dinamakan The Willis dan willis, dan peran penting lainnya si ratu pendendam bernama Myrtha.

Berbeda dengan novel lain karya Akiyoshi Rikako, novel Giselle ini lebih nyaman dibaca pelan-pelan. Saya yang biasanya hanya perlu waktu dua hari untuk membaca novel beliau, khusus Giselle malah memakan waktu seminggu. Bukan karena tidak seru, tapi pemahaman tentang seni balet dan alurnya memang alur pelan. Nuansa dari Giselle ini sendiri pun bisa dibilang indah. Penulis berhasil membuat novel yang tidak hanya fokus di alur, tapi juga feel tentang seni. Karena itu saya menobatkan Giselle sebagai novel yang paling saya sukai dari novel-novel lain Akiyoshi Rikako.
"Jika dilihat sekilas, panggung adalah seekor ikan raksasa. Tapi kalau dilihat dari dekat, ada puluhan ikan berwujud penari yang berkumpul. Semua berusaha keras menggerakkan tangan dan tungkai, juga ekor dan sirip masing-masing...." -- hlm 63
"Tidak ada kata benar atau salah dalam interpetasi. Selama memiliki dasar yang kuat mengapa jatuh pada kesimpulan itu, pada dasarnya kalian bebas berpendapat." -- hlm 77
Untuk misterinya sendiri, ada rahasia-rahasia yang berkumpul di belakang balet Giselle yang disegel. Pembawaan konfliknya khas Akiyoshi, kumpulan orang-orang egois yang mengutamakan keinginannya masing-masing. Saya sempat menebak motif pelaku, namun tetap saja masih terkecoh dengan twist-twist lainnya. 

Secara umum novel ini cocok untuk penyuka genre misteri dengan alur pelan, tapi penuh twist yang mengagumkan.
"Tapi, ketika kau menjadi seorang profesional, semua akan berbeda. Kau diharapkan bisa menari dengan teknik yang tinggi, selama puluhan menit. Dan kau sama sekali tidak bisa memilih antara repertoar yang paling kau kuasai atau tidak...." -- hlm 149

G I V E A W A Y !!! 


Blogku mengawali rangkaian dari blog tour Giselle dan A Piece of The Moon. Review Giselle sudah, kali ini masuk giveaway. Siapa yang suka berburu merchandise unyu? Kali ini Penerbit Haru punya notes Day by Day dan keychain random untuk kalian, lho...

Caranya mudah. Kuy cek di bawah ini:

1. Like dan follow akun fanpage/twitter/instagram @PenerbitHaru.
2. Follow akunku @fira_yoopies (twitter) atau @fitraaulianty (instagram). Lalu share info giveaway ini di sosmed yang kamu punya dan mention aku. Kalau via instagram cukup screenshot postingan blog ini di insta stories lalu mention aku, ya!
3. Tinggalkan kesanmu setelah membaca review Giselle ini, beserta nama dan akun sosmedmu di komenan blog.
4. Giveway cuma berlangsung selama 5 hari, hingga 1 Mei 2019.
5. Mudah kan? Semoga beruntung!

GIVEAWAY WINNER

Terima kasih buat teman-teman yang udah ikutan giveaway di blogku. Oke saatnya pengumuman pemenang!

Selamat!!

Sandra Febry Adriani
Twitter: @sandrafaa

Kamu mendapatkan merchandise kece dari Penerbit Haru!.
Kirim data dirimu (nama, alamat, kode pos, dan nomor hp) ke DM twitterku.


Ikuti juga blog tour lainnya di blog berikut!

Saturday, April 13, 2019

[Review] Sepotong Hati Lelaki


Judul: Sepotong Hati Lelaki
Penulis: JP Sunu
Panjang: 14 Bab
Status: Sudah tamat
Genre: Romance, Adult
Platform: Cabaca.id


B L U R B 

Istri dan anak perempuannya yang masih kecil meninggal dalam sebuah kecelakaan. Semenjak itu, Samo menjalani hari-harinya dengan setengah sadar, pikirannya seolah-olah menjadi layar, sementara kematian keluarganya menjadi satu-satunya film yang terus diputar.

Lelaki itu merasa tak ada lagi yang tersisa dalam dirinya kecuali sepotong hati yang tak mungkin lagi bahagia. Namun, nasib mempertemukannya dengan Noni melalui cara yang luar biasa. Anak kecil yang cantik dan lucu itu pastilah dikirim secara khusus oleh Tuhan untuk menyibakkan kesedihan yang selama ini menyelimuti hatinya.

Rupanya, benang gaib bernama takdir mengikat hidup Samo dan Noni sedemikian rupa. Tapi hari itu datang, nyawa Noni dalam bahaya dan anak kecil itu bisa mati kapan saja.

Baca Sepotong Hati Lelaki di sini!


R E V I E W

Sepotong Hari Lelaki bercerita tentang Samo yang telah kehilangan anak dan istrinya dalam sebuah kecelakaan. Samo yang tinggal seorang diri kehilangan semangat hidupnya dan tidak memerdulikan apa pun. Suatu ketika, saat Samo sedang tertidur di kebun binatang, ada anak kecil memanggil-manggilnya. Anak itu adalah Noni. Setelah hari itu, Samo tidak bisa lepas dari Noni, sepotong hatinya yang baru.
"Kau Alic--"
"Noni Om."
"Apa? Nyonyi?"
"Namaku Noni Om."
"Oh, Noni? Kukira kamu tadi Alic--"
Diceritakan dalam sudut pandang orang ketiga dan alur maju, membuat novel ini nyaman sekali dibaca. Samo, seorang pria yang masih berduka, bertemu anak kecil manis bernama Noni. Pertemuan mereka seperti keajaiban tersendiri bagi Samo. Terlebih Samo pun tidak bisa lepas dari Noni dan juga ingin mengetahui segala hal tentang Noni.

Pada awalnya saat saya melihat judul "Sepotong Hati Lelaki" saya mengira novel ini mengisahkan kisah cinta biasa seperti novel kebanyakan. Namun ketika dibaca, ternyata novel ini unik sekali. Kisah cinta yang menonjol di sini adalah kisah cinta antara seorang "ayah" dan anaknya. Meski Samo dan Noni tidak memiliki hubungan darah, tapi kedekatan mereka membuat siapa pun yang membaca novel ini iri. Kehangatan yang diberikan Samo pada Noni, serta perhatian-perhatiannya benar-benar menyentuh. Saya suka setiap interaksi yang terjadi antara Samo dan Noni. Pun juga interaksi antara Samo dan keluarga Noni.
"Ini, Om Samo, lihat." Noni menunjukkan 3 luka bekas sayatan yang membentuk logo mercy.
Samo pura-pura takjub, "Wow...! Itu kan tanda superhero."
"Oh ya?"
"Iya, nih, Om Samo juga punya." Samo memperlihatkan bekas luka yang sama.
Noni membelalak terkagum-kagum. "Wow...!!! Om Samo ternyata benar, kita memang superhero."
Selain itu juga, judul novel ini bukan sekadar tempelan. Namun memang ada salah satu adegan inti cerita yang menyinggung tentang hati di novel ini. Kemudian, hal lain yang membuat novel ini unik yaitu menggunakan sudut pandang pria dewasa, salah satu alasan kenapa novel ini dilabeli "adult" di cabaca. Pria dewasa yang dimaksud bukan pada sikap, melainkan umurnya. Jadi mungkin pada awalnya novel ini terasa berat dicerna, tapi lama kelamaan alurnya terlihat semakin menarik.

Overall, novel ini cocok sekali dibaca oleh penyuka kisah cinta yang menyentuh.

Tuesday, April 9, 2019

[Review] Crystal Bird

Bisa dibaca di website atau aplikasi Storial
Judul: Crystal Bird
Penulis: Pretty Angelia Wuisan
Status: On Going (4 bab)
Platform: Storial.co
Keterangan: Teenlit, Kompetisi #HappyGirl


B L U R B


Crystal Melampitta: Gue bakal bahagia kalau orang di sekitar gue bahagia

Alevindo Haryuda: Hidup ya sewajarnya aja! Nggak perlu dibikin ribet

Namanya Crystal, cewek paling ceria di muka bumi. Tapi dia selalu sendirian karena dianggap aneh dan tukang cari perhatian. Hanya ada satu orang yang bisa memahami kegilaannya mengurusi hidup orang-orang, yaitu Levi yang baginya dunia ini nggak lebih dari sebuah omong kosong. Bersama, mereka mencoba mengarungi hidup dengan prinsipnya masing-masing, tapi yang lebih penting, tidak menjadi diri sendiri dalam hal tertentu pun adalah hal yang wajar.

He taught her that she doesn’t need to be shine in every single place. And she taught him that he doesn’t have to be afraid to dive in the unknown sea.


R E V I E W

Levi masih fokus pada Gundam, tapi bibirnya kemudian bergerak, "Burung itu harusnya terbang, bukan dijadiin pajangan walaupun terlihat indah. Sampai sekarang gue masih nggak ngerti kenapa lo dinamain Crystal Melampitta."
Kalau yang ini sih, Crystal selalu tahu harus menjawab seperti apa. "Karena ibu gue pengin gue jadi Melampitta yang istimewa," senyumannya seketika melebar.

Crystal Bird bercerita tentang dua orang remaja, Crystal Melampitta dan Arlevindo Heryuda yang memiliki dua kepribadian berbeda. Crystal cewek yang terlalu ceria dan terlalu baik, hingga teman-temannya menganggap Crystal cari muka. Belum lagi keanehan nama “Melampitta” yang tampak seperti nama burung. Sementara Levi, jutek dan irit bicara. Kedua remaja tersebut tinggal di satu rumah dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Hubungan mereka pun bukan hubungan teman sekelas, karena Levi sendiri tidak bersekolah.


"Lo dapet kunci serep dari mana lagi? Semua kunci serep udah gue buang."
      "Nggak apa-apa! Ilangin aja semua kunci serepnya. Satu ilang, langsung tumbuh seribu. Ingat ya, di rumah ini lo nggak bisa sembunyi dari gue."

 Crystal seorang murid kelas 12. Hubungannya dengan teman-temannya begitu jauh. Namun Crystal tidak begitu peduli dengan kritikan teman-temannya dan tetap membantu teman-temannya, meski tidak ada yang minta bantuan! Karakternya aneh sekali.

"Cih, burung bawel satu itu pagi-pagi berisik banget. Hampir aja mau gue timpuk pake sepatu." -- Erlin, teman sekelas Crystal.

Pengemasan cerita unik. Pada awalnya saya mengira Crystal dan Levi terlibat love-hate, ternyata tidak. Mereka cukup dekat dengan cara yang unik pula. Chemisty antara keduanya pun lucu dan menggemaskan. Selain chemisty Crystal dan Levi, masih ada lagi chemisty Crystal dan teman sekelasnya, Crystal dan gurunya, lalu Crystal dan manager Levi. Cerita yang berpusat di kehidupan Crystal ini pun dibangun dengan narasi dan dialog yang kuat, hingga saya gampang membedakan siapa yang tengah berbicara.

Keunikan lain cerita ini, penulis seperti menampilkan clue-clue kecil di tiap bab tapi tidak begitu diperlihatkan. Saya pernah membaca salah satu novel penulis, yaitu Dae-Ho Delivery Service, dan pembawaannya masih mirip seperti itu, menyebar teka-teki secara perlahan. Menyenangkan sekali membaca novel yang tidak terburu-buru seperti ini.

Yang bikin saya penasaran banget, sebenarnya apa yang dialami oleh Crystal dan Levi? Kenapa mereka bisa akrab padahal latar belakangnya berbeda? Lalu apa pula yang dibicarakan Crystal dengan mamanya? Ada rahasia apa yang mereka simpan?

Untuk typo, ada beberapa typo, tapi tidak terlalu mengganggu. Dan terakhir, sampul Crystal Bird ini sederhana dan lucu.

"Ma, kasih aku waktu ya," Crystal memasang wajah memelas. "Aku tau ngulur waktu lebih lama itu nggak baik, tapi aku nggak tau kapan aku siap menghadapinya."


*Review juga diikutkan dalam tugas Book Review Intern Storial
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...